Rias Pengantin 1

Menerima jasa rias pengantin beserta paket-paket menarik lainnya untuk menyempurnakan moment bahagia anda.

Rias Pengantin 2 2

Menerima jasa rias pengantin beserta paket-paket menarik lainnya untuk menyempurnakan moment bahagia anda.

Rias Pengantin 3

Menerima jasa rias pengantin beserta paket-paket menarik lainnya untuk menyempurnakan moment bahagia anda.

Rias Pengantin 4

Menerima jasa rias pengantin beserta paket-paket menarik lainnya untuk menyempurnakan moment bahagia anda.

Company Profile

Berawal dari garis keturunan orangtua yang memiliki keahlian dalam merias pengantin di Solo Hadiningrat. Dengan garis keturunan setidaknya seorang perias sudah memiliki kebiasaan atau kepiawean dalam urusan rias pengantin, namun untuk menjadi seorang perias yang mumpuni/handal di eranya, tidak cukup dengan modal garis keturunan aja, apalagi di era yang sudah serba modern seperti saat ini, seorang perias harus memperdalam ilmu dan seni budaya ini dengan berbagai macam pelatihan, seminar, bahkan sekolah khusus perias. Dan untuk update perkembangan budaya ini diperlukan kiprahnya di organisasi-organisasi khusus perias, seperti HARPHY MELATI, KATALIA dan lain sebagainya.

Di Jawa Tengah dikenal dengan Budaya Rias pengantin SOLO BASAHAN, SOLO PUTRI, JOGJA JANGAN MENER dan lain-lain. Antara pakem yang satu dengan pakem yang lain memiliki ciri khas sendiri-sendiri, baik dari segi pakaian maupun asesorisnya. Menyebut pakem artinya sesuatu yang sudah menjadi ketentuan baku sejak awalnya dan ini sudah ditetapkan dalam budaya Jawa Tengah, sehingga yang baku tidak dapat diganti atau di rubah, tapi bisa dilakukan pengembangan, itupun harus seizin yang berkompeten, misalnya adat Jawa Solo Basahan, ini adalah adat dan kebudayaan Jawa yang sudah ada sejak jaman nenek moyang, namun dengan seiringnya waktu dan keberadapan manusia kemudian ada beberapa calon pengantin yang ingin memakai adat tersebut namun terkesan agak risi karena dada yang sedikit terbuka, kemudian terjadilah modifikasi, ada pakaian tambahan sebagai penutup dada yang dinamakan Bolero untuk Pria dan Wanita. Dan Bolero ini telah disahkan dan disesuaikan sehingga tidak merusak pakem/budaya dan tetap kelihatan cantik dan anggun saat dipakai.

Griya Rias Pengantin “TAMARA” dididrikan oleh Ibu ELY sejak 16 tahun yang lalu tepatnya di Tangerang pada tanggal 16 Juni 1997. Banyak permintaan dari konsumen yang mengharapkan modifikasi Bolero sebagai penutup dada dan ini biasanya dilakukan untuk asesoris pengantin sebelum memasuki gedung. Ada yang unik sepanjang kiprahnya beberapa pengantin asli Betawi yang menyukai budaya Solo Basahan untuk resepsi pernikahannya, menurut mereka ya ingin BEDA karena unik. Diantara klien-klien kami ada sebanyak 60% mengunakan adat atau kebesaran Jawa Tengah (Solo Basahan, Solo Putri dan Jogja Jangan Mener), 30% Jawa Barat (Sunda) dan 10% luar Jawa (Padang, Palembang, Aceh, Makasar). Saya sangat bangga dengan Budaya Indonesia yang beraneka ragam dan sesuatu yang membanggakan apabila terjadi saling memiliki adat dan budaya Indonesia seutuhnya.